Minggu, 22 Agustus 2010

Blue

Blue, colour of the sky, fill the sea with it’s magnificence. The symbol not only for calmness, but also sadness. You can tell from my face that I’m feeling blue right now. Don’t know exactly what on earth is going on with this heart,but really it feels like being slice by a dull knife, slowly but painful.


 Today I met my grandpa sister. Well, I usually call her grandma (translate in English). We met several family in Jakarta and after that I went to church. Australia Hillsong college rocks the stage! 17.00 p.m, time to go home. When I arrived at my dorm, I got phone call from grandma. She asked me if I was free for dinner with her friends and others. I approved the invitation and rush to our meeting point at Central Park. A little chit chat and then I went home by myself after dinner. 



I was alone in the room, flashing back old memories. When I was a child, I was the one who is being pampered the most. Maybe it’s the “first grandson” syndrome. I feel kinda sad when I looked at my grandma face, old with wrinkles on it. The face that used to cry when I failed her, the faced that used to smile when I’m happy, the face that comfort me when I was sad. White colour on his hair, the crown of wisdom. Remembering me of the advice I had, although I always ignored them.


Aside from family zone, I found myself are in a bizarre zone. I feel more like a stranger in my second home at dorm. We used to be very closed each other,but recently everything is changing. People come and go but life goes on. I wish the best for all of us in this dorm, let this memory never fade away.

90 eternal! My best friends from primary and junior school and still they are the best. Starting from the fatest one, very proud of himself, but kind-hearted. The curly one, try to be fashionable,but always looks strange for me (lol). The tallest and the most handsome of all. Although he used to bully me all the time, but he is very friendly. Eventhough he studies abroad and have many friends, he still remember me. *so touching


MyHome, how are you? Just left Medan for few days and I miss them already.I still contact few of them, thanks God for people who create Facebook, Twitter and Blackberry! It’s an unspeakable joy to see you all lead a happy and purpose driven life. Few of them are going to their campus outside of Indonesia ( You know who I mean *winking at Taiwan-ers and China-ers).  Glad to know that their vacation are colourful. 


Life is just like the spectrum, spectrum of colour. It is filled with many colour. Red, yellow, blue, green, etc, you name it. It won’t be perfect until all colours are included in it. I just realized blue is one of them. After writing this, the blue is gone, deep inside myself. It will emerge when I needed it again. When I need to recall our times together, dad, mom, pal, all of you. It gives me strength to live this life. Of course God is the main factor.
 

Finally, night has come, where the blue skies turn into dark. But tomorrow, when the sun rises, I believe that blue skies will come out..once again…

Jumat, 13 Agustus 2010

Army of God

“We are we are the army of God. . .”,sepenggal bait dari lagu yang dinyanyikan pada KKR Army of God yang dilaksanakan di landasan udara Polonia Medan tanggal 12 – 13 Agustus 2010. Hari pertama, seluruh panitia dan hadirin dikejutkan oleh hujan badai yang datang menerpa. “This is the most romantic time ever I have with Jesus” sahut Ps. Jaeson Ma selaku pembicara di hari pertama KKR Army of God. Hujan badai tidak menghentikan jiwa – jiwa yang datang untuk menyembah Tuhan dan seluruh panitia dengan antusias menyembah dan berdoa dengan tekun. Di pertengahan acara, Ari Wibowo seorang artis ibukota yang membintangi sejumlah film dan sinetron tekenal di Indonesia memberikan kesaksian mengenai perubahan hidupnya.  Jumlah hadirin pada hari itu mencapai 5000 orang dan hasil altar call mencapai hampir 1000 orang dengan 140 orang yang dibaptis.

Tidak berhenti sampai disitu saja, hari kedua KKR Army of God dimeriahkan dengan persembahan nyanyian oleh artis Taiwan, Vanness Wu. Ia menceritakan tentang bagaimana ia hidup dalam kegelapan dulunya sampai ia bertemu dengan pribadi Yesus yang mengubahkan hidupnya. “Amazing Grace”, lagu yang dinyanyikan di akhir kesaksiannya yang sekaligus menceritakan bagaimana perjumpaannya dengan Sang Juru Selamat. Ps. Yosep Moro Wijaya menjadi pembicara di hari kedua ini. Oleh karena kemurahan Tuhan, hadirin yang hadir hari kedua ini melebihi jumlah hari pertama. Banyak orang meresponi firman Tuhan dan maju altar call.
Secara pribadi saya sangat diberkati, terutama dengan sesi – sesi conference yang diadakan pada hari yang sama dengan KKR, namun paginya. Terima kasihku terutama kepada Roh Kudus yang sudah menjamah dan memberkatiku dua hari ini, kepada para pembicara, Ps.Philip M, Ps. Jaeson Ma dan tentu saja kepada saudara – saudariku dalam Kristus. Albert, Marni, Silvia, Felicia, Herlinda. Sebuah makan malam sederhana di bawah teduhnya langit telah mengubahkan dan memberkati hidup seorang anak muda yang kelak akan menjadi berkat  juga bagi banyak orang.


Go Army of God Medan! God is your light and salvation, from whom should you fear?!

See you in the next battle!

Sabtu, 07 Agustus 2010

Aku pahlawan . . .

Hujan deras mewarnai sore kemarin., tp untunglah langit segera kembali cerah. Aku segera beranjak dari tempat dudukku, buru – buru untuk menghadiri ibadah Professional Muda (Pro – M) di Gereja Mawar Sharon (GMS) “MyHome” yang juga merupakan ibadah Pro – M terakhir yang kuhadiri selama masa liburanku di Medan bulan Agustus ini. 


Entah kenapa hatiku deg – degan ketika menginjakkan kaki di ‘MyHome”. Puji – pujian hari itu begitu antusias dan luar biasa. Sangat disayangkan aku duduk di baris tengah, padahal aku ingin menikmati suasana kebersamaan memuji Tuhan di baris depan. Setelah setengah jam jemaat bernyanyi, akhirnya sampailah kepada Firman. Uniknya, kali ini Ps. Moro meminta jemaat untuk duduk bersama – sama dengan connect grup mereka masing – masing.

Ko Moro, demikianlah sapaan akrab untuk pendeta bernama lengkap Yosep Moro Wijaya menyampaikan perlunya iman untuk melihat perkara besar yang Tuhan sediakan bagi setiap kita. Hal yang memberkatiku adalah ketika ia membacakan kitab Yoel mengenai akhir jaman. Pada akhir jaman orang – orang yang lemah akan berkata ‘Aku pahlawan…!”. Selesai ibadah, aku mulai berpikir. Tidak seorang pun dapat berkata : “Aku kuat…!” karena seperti kata pepatah ‘Sepandai – pandai tupai meloncat, akhirnya akan jatuh juga”. Sungguh bukan karena kekuatan manusia, tapi Tuhan yang memampukan setiap kita. Cukup “horror” untuk hari itu, terjadi hal – hal yang luar biasa. Ingin tau? Hadiri saja KKR Army of God di landasan udara polonia Medan tanggal 12 – 13 Agustus 2010. 

Hari yang cukup menyenangkan, karena setelah ibadah, aku bersama beberapa teman – teman dekatku makan malam bersama dan alhasil beberapa saat yang lalu aku baru sampai di rumah dan menulis tulisan ini. 



Pahlawan, sosok yang selalu diidentikkan dengan kekuatan, keberanian, kepemimpinan, dan hal – hal baik lainnya. Satu fakta yang kuketahui mengenai pahlawan, mereka memang kuat dan berani, namun tak pernah sendiri. Selalu ada orang di samping mereka  yang saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. Batman selalu satu tim dengan Robin. Superman selalu mendapat dukungan dari Louis. Spiderman dimotivasi oleh Mary Jane. Aku percaya Tuhan selalu menyertai kita, menjadikan kita pahlawan – pahlawan Nya. Namun sadarkah kalian, bahwa kalian juga turut ambil bagian dalam kepahlawananku.

Sahabat, aku menjadi pahlawan karena kalian juga adalah pahlawan.

Rabu, 04 Agustus 2010

Faith Hope Love

"Faith, Hope and Love", tiga hal yang kelihatannya sederhana, namun membawa dampak besar bagi kehidupan manusia. Sebenarnya aku menulis blog ini bukan karena kegemaran menulis atau apapun, namun justru dari blog inilah aku berharap dapat menumbuhkan kegemaranku dalam membaca dan menulis. Blog ini kuberi judul "Faith, Hope, Love" sebagai iman bahwa blog ini diisi dengan cinta agar orang - orang yang membaca tulisan di blog ini akan mempunyai harapan dalam hidupnya yang diumpamakan seperti lilin kecil, yang walaupun sinarnya kecil namun dapat memberi terang dalam kegelapan.



Selamat membaca dan Tuhan Yesus memberkati!


-Rudy Bun-