Minggu, 28 November 2010

"Family"

“Nyenangkeun” , sepenggal kata dalam bahasa Sunda yang berarti meyenangkan. Mungkin inilah kata yang tepat digunakan untuk melukiskan outing DATE Tanjung Duren 3 ke kota Bogor pada hari Sabtu - Minggu (27 & 28 November 2010) kemarin. Outing ini dilakukan sebagai respon dari Firman Tuhan yang dibagikan selama bulan Oktober dan November di JPCC, yaitu mengenai FAMILY. Harapan kami adalah agar setiap DATE-ers dapat lebih akrab dan mengenal satu sama lain lebih dalam lagi, cause we are one family and in family we love each other.

Dengan beranggotakan 11 orang (karena DATE-ers lain berhalangan), para DATE-ers memulai petualangannya ke kota Bogor di stasiun Gambir. Sesampainya di Bogor kami mencicipi makanan khas Bogor bernama “Ngohyang” sebelum menuju ke vila kami di Taman Padjajaran. Kegiatan hari pertama didominasi dengan wisata di Kebun Raya Bogor. Tidak salah kalau orang awam menyebut Bogor sebagai kota hujan, dan pada hari pertama para DATE-ers harus berhujan ria. Namun tentunya hal ini tidak mengurangi sukacita kami.

Berfoto menjadi kegiatan utama para DATE-ers. Beruntung DATE leader kami (Herry Andayana) adalah seorang fotografer sehingga banyak momen - momen lucu dan mengharukan dapat terabadikan dalam foto. “Yang pasti seru, makin nambah erat persahabatan, makin tau buruk dan busuknya anak - anak,” tawa Benji, salah seorang DATE-ers.

Malam pertama, salah seorang DATE-ers sharing mengenai seminar “I am Jomblo” yang dibawakan oleh Ps.Jeffry Rachmat, Sabtu (20 November 2010) lalu. It is more important to be the right person rather than searching for the right person. Janganlah sibuk mencari orang yang benar, tapi lebih penting untuk menjadi orang yang benar terlebih dahulu. Pengkhotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada masanya (Pengkhotbah 3 : 1-8). Ps.Jeffry pernah mengatakan, kalau engkau jomblo, inilah waktu yang tepat untuk menambah value ke dalam dirimu. Lakukanlah dengan maksimal apa yang menjadi prioritas pada masamu!

Dunia tidak bisa memberikan contoh yang benar mengenai pernikahan. Kalau kita sebagai orang Kristen tidak bisa memberikan contoh yang baik juga, hal ini akan berakibat kepada anak cucu kita dan bahkan generasi – genarasi selanjutnya. Pernikahan yang benar seharusnya mencerminkan hubungan Kristus dengan jemaat – Nya, dimana Kristus sebagai mempelai lelaki dan jemaat sebagai mempelai perempuan – Nya. Sehingga setiap orang yang melihat pernikahan yang benar dapat melihat Kristus. Mayoritas DATE-ers masih berada dalam status single, karena itu sesi ini dirasakan sangat penting dan semoga menjadi bekal yang bermanfaat bagi para DATE-ers untuk membina kehidupan pernikahannya di masa depan.

Hari kedua (Minggu), kami bersiap – siap untuk pulang ke Jakarta. Sebelumnya para DATE-ers sempat berhenti di beberapa spot, untuk membeli oleh – oleh khas dari kota sejuta angkot ini. Jam 4.20 kereta dari Bogor berangkat ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta kami segera bergegas menuju JPCC, our beloved church untuk mengikuti Sunday Night Service (SNS).

“Menyenangkan, refreshing, kenal lebih dalam. Yang dulu cuma dari ngobrol, sekarang mulai tau kebiasaaan – kebiasaan satu sama lain,” komentar Herry, DATE leader Tanjung Duren 3 ketika ditanya mengenai kesannya selama outing dua hari ini. Setiap DATE-ers pulang dengan membawa sukacita, rhema dan tentunya kenangan yang tak terlupakan. Perjalanan DATE-ers ke Bogor mungkin sudah usai. Namun bagi kami, DATE Tanjung Duren 3, perjalanan hidup kami masih terus berlanjut sebagai satu keluarga dalam Kristus. Sebuah keluarga dimana kasih dipraktekkan. Sebuah keluarga dimana Yesus dimuliakan. Sebuah keluarga dimana setiap orang merasa diterima dan saling mengasihi satu sama lain.

I love this “Family”.God Bless You!

-Rudy Bun-

1 komentar: